
Love.. love.. love… give love then you’ll have love..
Minggu-minggu terakhir menjelang pergantian siklus di OBGIN, berbeda dengan teman-teman yang lain yang masih berdebar-debar menunggu akan kemana mereka dibawa minggu depan, well, berbeda dengan saya, yang sejak seminggu lalu udah tahu akan dikirim ke Waikabubak, yang jauuuh ituuuu..
Dua bulan lamanya, sendirian, berjibaku dengan apapun yang akan ada disana..
Hmm.. apakah ini berkah atau musibah, yang jelas saya harus siap menjalaninya.. lagipula bila teman2 saya yang lain bisa menjalani, kenapa saya nggak bisa?? Begitulah awalnya, terasa berat karena harus berpisah dengan semata wayangku (kuputuskan dia tinggal di Mataram saja dengan kakakku), berpisah sementara dengan para sahabat dan penggemar2, termasuk kekasih hatiku (well, should I mention your name?)
Yang tidak pernah terbayangkan adalah, menjelang keberangkatan saya ini, beberapa teman residen (yap, bila anda membaca ini, terimakasih bli Tanjung, bli Among) begitu semangat memberi saya kisi-kisi tentang apa yang akan saya hadapi disana. Masalah makan, masalah jalan-jalan, masalah teman, well.. mereka bercerita begitu banyak pada saya termasuk memberi nomer telpon kenalan mereka disana... Buat saya, hal tersebut sungguh mengharukan, perhatian mereka itu... Atau jangan2 mereka mengira saya anak manja ya, sehingga bila dilepas sendiri disana bakal menangis tersedu2 dan mengadu pada bunda di Surga?? Well, semoga saya tak seperti itu..
Begitupula ayah saya, pesannya, bila saya menemui kesulitan disana, tak perlu segan menelponnya.. Ayahku, semoga di Waikabubak sinyal telpon tak sulit dicari...
Cinta, cinta, cinta... hidup saya penuh dengan cinta minggu-minggu ini.. cinta pada putraku, cinta pada para sahabat, termasuk cintaku pada seseorang yang mulai mengisi hati.. sehingga mestinya saya tak ragu melangkah, tak sedih berpisah dan tak takut menyongsong hari baru… karena saya tahu dimanapun saya berada, cinta mereka akan selalu memberi kekuatan dalam setiap langkah saya..
Kurasa, begitupula Tuhan menunjukkan cintaNya padaku.. Ke Waikabubak memberi saya kesempatan untuk melihat keindahan sisi lain negeri ini (walau Among dan Tanjung selalu bilang, disana yang ada sapi dan kerbau melulu..), memberi saya kesempatan untuk merenung dan mensyukuri hidupku selama ini..
Di penghujung tahun 2008 ini, ijinkan dengan penuh cinta saya mengucapkan, Selamat Tahun Baru 2009, semoga tahun depan memberi kebaikan pada kehidupan kita semua..
See y'all in 2 months, dear friends...




