Rabu, 24 Desember 2008

Love is in the air


Love.. love.. love… give love then you’ll have love..
Minggu-minggu terakhir menjelang pergantian siklus di OBGIN, berbeda dengan teman-teman yang lain yang masih berdebar-debar menunggu akan kemana mereka dibawa minggu depan, well, berbeda dengan saya, yang sejak seminggu lalu udah tahu akan dikirim ke Waikabubak, yang jauuuh ituuuu..
Dua bulan lamanya, sendirian, berjibaku dengan apapun yang akan ada disana..
Hmm.. apakah ini berkah atau musibah, yang jelas saya harus siap menjalaninya.. lagipula bila teman2 saya yang lain bisa menjalani, kenapa saya nggak bisa?? Begitulah awalnya, terasa berat karena harus berpisah dengan semata wayangku (kuputuskan dia tinggal di Mataram saja dengan kakakku), berpisah sementara dengan para sahabat dan penggemar2, termasuk kekasih hatiku (well, should I mention your name?)
Yang tidak pernah terbayangkan adalah, menjelang keberangkatan saya ini, beberapa teman residen (yap, bila anda membaca ini, terimakasih bli Tanjung, bli Among) begitu semangat memberi saya kisi-kisi tentang apa yang akan saya hadapi disana. Masalah makan, masalah jalan-jalan, masalah teman, well.. mereka bercerita begitu banyak pada saya termasuk memberi nomer telpon kenalan mereka disana... Buat saya, hal tersebut sungguh mengharukan, perhatian mereka itu... Atau jangan2 mereka mengira saya anak manja ya, sehingga bila dilepas sendiri disana bakal menangis tersedu2 dan mengadu pada bunda di Surga?? Well, semoga saya tak seperti itu..
Begitupula ayah saya, pesannya, bila saya menemui kesulitan disana, tak perlu segan menelponnya.. Ayahku, semoga di Waikabubak sinyal telpon tak sulit dicari...
Cinta, cinta, cinta... hidup saya penuh dengan cinta minggu-minggu ini.. cinta pada putraku, cinta pada para sahabat, termasuk cintaku pada seseorang yang mulai mengisi hati.. sehingga mestinya saya tak ragu melangkah, tak sedih berpisah dan tak takut menyongsong hari baru… karena saya tahu dimanapun saya berada, cinta mereka akan selalu memberi kekuatan dalam setiap langkah saya..
Kurasa, begitupula Tuhan menunjukkan cintaNya padaku.. Ke Waikabubak memberi saya kesempatan untuk melihat keindahan sisi lain negeri ini (walau Among dan Tanjung selalu bilang, disana yang ada sapi dan kerbau melulu..), memberi saya kesempatan untuk merenung dan mensyukuri hidupku selama ini..
Di penghujung tahun 2008 ini, ijinkan dengan penuh cinta saya mengucapkan, Selamat Tahun Baru 2009, semoga tahun depan memberi kebaikan pada kehidupan kita semua..
See y'all in 2 months, dear friends...

Rabu, 17 Desember 2008

Lurah Merapat


Hari ini rapat lurah OBGIN, semalam abis jaga (ngantuuk penegen tiduur) dan mestinya menjemput Wibi dari playgrup, tapi demi rapat yang jadwalnya suka2 ini, semuanya harus kutunda. Sekian lama jadi residen, sekian lama hanya sebagai penggembira dan mengikuti rapat sebagai ajang makan siang gratis, dulu saat menjadi junior, saya selalu ketakutan untuk ikut rapat, takut dengan keluhan yang akan disampaikan oleh para senior terhadap kelakuan kami. Namun waktu berputar, sekarang sayalah menjadi sosok yang didengarkan dan ditakuti oleh para junior kami.. Sepertinya cukup mengerikan, tetapi tidak semenyeramkan itu lah... Damai.. Damai..
Dari empat orang chief yang ada, ternyata tiga orang memiliki keluhan serupa (salah satunya saya), akhir2 ini, begitu mudahnya para junior kami mengelak dari tugas jaga, tanggung jawab ataupun tindakannya dengan menyeret-nyeret nama KPS atau supervisor.. Seolah2 dengan mengatasnamakan KPS, kami yang paling senior ini akan tunduk dan takhluk pada mereka.. Hmm.. menyedihkan juga ya...
Sebagai chief pun, saya juga tak ingin bersikap terlalu formal atau ingin dihormati berlebihan oleh para junior kami, semata-mata hubungan baik dan persahabatan yang ingin saya jalin, bayangkan lebih kurang empat tahun kami menjalani kebersamaan ini, masa suka, masa duka, bahkan tak jarang hubungan antarpersonal kami melebihi keakraban dengan saudara ataupun pasangan kami. Jadi menurutku, kenapa harus bawa nama2 KPS atau supervisor, bila masalah masih bisa diselesaikan antarkita?
Pendidikan kami memang sudah begitu banyak mengalami perubahan. Menurut saya, senior saat ini lebih pengertian dan nggak terlalu rewel untuk urusan junior, entah mungkin karena sekarang semua tanggung jawab dilimpahkan pada chief sehingga who cares ’bout juniors? Begitupula juniornya, merasa belum waktunya menjalani masa2 tanggung jawab itu, so who cares ’bout chiefs?
My friends, seperti roda, hidup pun berputar, tanpa terasa masa itu pun akan kita alami. Sebagai junior, patol, senior patol, dan chief sebagai perhentian terakhir. Jalani dan alami.. Buka mata, hati dan telinga..
Be sensitive..

Kamis, 11 Desember 2008

Menjadi staf?



Menjelang minggu keempat siklus pendidikan kami di OBGIN. Saatnya ujian untuk teman-teman saya, beberapa orang akan menjadi chief, seorang akan menjadi senior patol, kemudian patol c, patol b, patol a dan tentunya masa karantina akan dimulai untuk para peserta PPDS yang baru... Selamat datang, teman.. tiba masanya telpon seluler anda harus aktif 24 jam 7 hari... Selamat datang...
Dua minggu terakhir yang cukup merepotkan bagi para supervisor kami, karena jadwal mereka akan padat untuk menguji, menguji dan menguji. Menguji residen juga menguji para dokter muda.. Ffffiuhh, beratnya kehidupan sebagai staf pendidik..
Kemarin siang seseorang menawarkan saya untuk menjadi staf. Haaaa?? Nggak salah nih, saya... jadi staf? Rencana saya sendiri setelah lulus spesialis sebenarnya juga nggak muluk2 amat, hanya ingin kembali ke tanah kelahiranku dan mengabdikan keahlian yang saya miliki disana... Kalaupun menjadi staf pendidik, yaah.. bagus jugalah kalau ada yang berniat mempekerjakan diriku...
Menjadi staf bukan pekerjaan mudah, harus bisa obyektif dan sportif (mengaku salah bila memang salah dan menghargai bila ada yang lebih baik), dan yang paling penting, siap membimbing (dengan kesabaran yang luar biasa) para anak didiknya dengan kesungguhan hati..
Ijinkan saya bercerita tentang ayah saya, beliau juga seorang obstetrician (saya masuk obgin pun juga karena beliau), meskipun hubungan kami nggak semesra dulu, orang selalu menganggap saya adalah putri yang paling disayanginya. Begitupula saya dulu sangat mengaguminya karena sebagai satu2nya spesialis di kota kecil kami, beliau sungguh berdedikasi pada pekerjaannya, termasuk juga sebagai seorang pengajar. Bila saya bertemu dengan murid2nya sekarang, semua akan memuji kesabaran dan ketelatenan ayah dalam mengajar. Hmmm.. My dad is the greatest...
Residen pun memiliki kewajiban mendidik para dokter mudanya, jadi berkaca dari ayah, saya mencoba untuk mengamalkan ilmu saya ini pada mereka dan sungguh saya marah besar bila ada teman residen yang kerjaannya menyuruh DM saja... berusaha untuk mengenali nama2 mereka (seringkali saya hanya mengingat sebagian, bayangkan tiap 2 minggu selalu ada DM baru sebanyak 14 orang, waduuh..., tapi menurut saya, tak kenal maka tak sayang, maka I’ll try my best to remember their names), seringkali saya terharu ketika seusai mereka dari Obgin, mereka akan tetap mengingat bahkan mengucapkan selamat hari raya atau tahun baru padaku..
Menurutku, tak perlu menjadi staf untuk mengamalkan ilmu yang kita miliki, karena ilmu bisa dibagi pada siapapun yang mau menerimanya... thanks for offering me, but no thanks...
That’s the beauty of teaching...



Selasa, 09 Desember 2008

Cinta ini Membunuhku


Cinta ini membunuhku.. thanks to D'masiv yang sudah membuat lagu ini..

Ketika seseorang menawarkan persahabatan, maka saya akan menerimanya dengan hati terbuka.. Bukankan persahabatan hal yang paling indah dalam kehidupan?

Seseorang mengatakan pada saya, " Bekas istri, bekas suami itu bisa terjadi dalam kehidupan... tapi nggak ada tuh namanya bekas sahabat..." yupp, kurasa, poinnya kudapat...

Tapi ketika seorang sahabat menawarkan hubungan yang lebih dan usahaku untuk membuat matanya lebih terbuka bahwa hubungan ini tak akan berhasil, apa yang harus kuperbuat???

Cinta ini membunuhku.. sewaktu sahabatku melihat sinar dimataku tak lagi seceria biasa.. ketika pagi membuatku takut untuk menghadapi perjalanan hari.. ketika kutahu ibuku pasti akan mengutuk perbuatanku (meski mungkin aku tak akan berubah menjadi batu seperti Malin Kundang yang durhaka)..

Seperti tiap malam doaku pada Tuhan, beri yang terbaik untuk kehidupanku... Mungkin sekarang Dia sedang menguji kesabaran dan batas kekuatanku..

Beri aku kekuatan...

Minggu, 07 Desember 2008

Bila ini jawaban...


Ketika semua orang tidak setuju dengan pilihan yang saya ambil, ketika tiba2 Wibi menjadi batuk-pilek tanpa sebab yang jelas, dan ketika memandangnya hatiku lebih ikhlas, kurasa inilah jawabannya…


Kadangkala Tuhan menjawab doaku dengan tanda-tanda yang harus kutemukan sendiri. Membuat hatiku lebih peka, membuat jiwaku lebih tenang (sembari ditemani secangkir green tea) dan tidak terburu-buru mengumbar emosi.
Seseorang berkata cinta, tapi ketika kutemukan bahwa dirinya pun masih belum bisa melepas kehidupannya sekarang, haruskah kumemaksanya?

Biarkan hidup mengalir dan pada akhirnya ia akan membawa kita pada perhentian yang terbaik...


Semoga...

Kamis, 04 Desember 2008

crazy love


Crazy Love
- Bryan McKnight-

I can hear her heart beat for a thousand miles And the heavens open up every time she smiles
And when I come home to her that's where I belong

Yet I'm running to her like a river's song

she gives me love love love love crazy love
she gives me love love love love crazy love...

She's got a fine sense of humor when I'm feeling low down
And when I come home to her when the sun goes down
She takes away my troubles, takes away my grief

Takes away my heartache in the night like a thief.

She's got love love love love crazy love
Yes I need her in the daytime

Yes I need her in the night

I want to throw my arms around her
To kiss her, hug her, kiss her, hug her tight

And when I'm returning from so far away
She gives me such sweet lovin' brightens up my day
And makes me righteuos and makes me whole
And it makes me mellow down to my soul

(Sampai hari ini saya masih terus mencari jawaban)

Senin, 01 Desember 2008

Menjadi tua atau dewasa?

Pulang dari rumah sakit setelah jaga semalam saya berkaca…. WHATTTSS? Beberapa uban mulai muncul di sudut2 anak rambutku... hadudududuhh… Mengerikan…
Baru jadi chief minggu kedua, tetapi pengaruhnya untuk perkembangan jasmani dan rohani saya pesat bener yaa???
Awalnya saya cukup berbahagia dengan pujian orang-orang disekeliling yang mengatakan wajah saya tampak lebih tirus (ahh, benarkah? Thanks to my green tea), yang kemudian menjadikan saya lebih giat untuk mengolah tubuh (beberapa majalah bilang, berolahragalah supaya stress hilang) dan makan seperlunya (karena efek mules2 dari morning report), jadi sekarang, jika boleh berbangga hati,
I feel good and look good with the new me…
Tapi setelah tadi bercermin, lho lho lho.. kenapa diusiaku yang masih belia ini rambut putih sudah mulai bermunculan, haduuuh… apakah karena tiap empat hari tanggung jawab yang kuemban begitu berat ya???
Saya ingat dulu sewaktu masih kuliah kedokteran, tiap mau ujian atau maju kasus atau apalah, pasti jadwal bulanan saya terganggu, jadi ngeri juga, tapi keluhan itu menghilang setelah tugas2 itu selesai. Sekarang saat pendidikan spesialis, masalah ini pun kadang2 masih (asal aku nggak jadi menopause prekoks aja), lalu sekarang bertambah dengan munculnya uban.. (Mau mewarnai rambut, nanti dikira bule jadi2an) haduuuh... jalan hidup yang kupilih ini, Gusti..
Ketika profesi mengharuskan saya membuat orang menjadi lebih sehat, lebih baik, lebih bahagia, tetapi bagaimana dengan diri saya sendiri? Belum lagi bila mengamati teman-teman atau guru2 kami yang bagitu berdedikasinya pada pekerjaan sehingga seringkali lupa waktu dan akhirnya malah jatuh sakit karena kelelahan... Kontradiktif bener ya?
Sejujurnya saya mengagumi orang2 yang begitu berdedikasi pada pekerjannya (bukan berarti saya tidak cinta pada profesi saya ya), tetapi bukankah manusia punya batasan kemampuan?
Ketika saya bercermin siang ini dan melihat beberapa anak rambut saya sudah berwarna putih, sepertinya saya diingatkan bahwa hidup terus berjalan dan seburuk apapun pengalaman yang terjadi semua itu akan menjadi suatu pelajaran yang berharga.. Tiap empat hari di morning report, adalah bagian dari pembelajaran... Dan sepertinya sudah waktunya membuat janji dengan mas Wahyu, my dearly stylist..