Kamis, 11 Desember 2008

Menjadi staf?



Menjelang minggu keempat siklus pendidikan kami di OBGIN. Saatnya ujian untuk teman-teman saya, beberapa orang akan menjadi chief, seorang akan menjadi senior patol, kemudian patol c, patol b, patol a dan tentunya masa karantina akan dimulai untuk para peserta PPDS yang baru... Selamat datang, teman.. tiba masanya telpon seluler anda harus aktif 24 jam 7 hari... Selamat datang...
Dua minggu terakhir yang cukup merepotkan bagi para supervisor kami, karena jadwal mereka akan padat untuk menguji, menguji dan menguji. Menguji residen juga menguji para dokter muda.. Ffffiuhh, beratnya kehidupan sebagai staf pendidik..
Kemarin siang seseorang menawarkan saya untuk menjadi staf. Haaaa?? Nggak salah nih, saya... jadi staf? Rencana saya sendiri setelah lulus spesialis sebenarnya juga nggak muluk2 amat, hanya ingin kembali ke tanah kelahiranku dan mengabdikan keahlian yang saya miliki disana... Kalaupun menjadi staf pendidik, yaah.. bagus jugalah kalau ada yang berniat mempekerjakan diriku...
Menjadi staf bukan pekerjaan mudah, harus bisa obyektif dan sportif (mengaku salah bila memang salah dan menghargai bila ada yang lebih baik), dan yang paling penting, siap membimbing (dengan kesabaran yang luar biasa) para anak didiknya dengan kesungguhan hati..
Ijinkan saya bercerita tentang ayah saya, beliau juga seorang obstetrician (saya masuk obgin pun juga karena beliau), meskipun hubungan kami nggak semesra dulu, orang selalu menganggap saya adalah putri yang paling disayanginya. Begitupula saya dulu sangat mengaguminya karena sebagai satu2nya spesialis di kota kecil kami, beliau sungguh berdedikasi pada pekerjaannya, termasuk juga sebagai seorang pengajar. Bila saya bertemu dengan murid2nya sekarang, semua akan memuji kesabaran dan ketelatenan ayah dalam mengajar. Hmmm.. My dad is the greatest...
Residen pun memiliki kewajiban mendidik para dokter mudanya, jadi berkaca dari ayah, saya mencoba untuk mengamalkan ilmu saya ini pada mereka dan sungguh saya marah besar bila ada teman residen yang kerjaannya menyuruh DM saja... berusaha untuk mengenali nama2 mereka (seringkali saya hanya mengingat sebagian, bayangkan tiap 2 minggu selalu ada DM baru sebanyak 14 orang, waduuh..., tapi menurut saya, tak kenal maka tak sayang, maka I’ll try my best to remember their names), seringkali saya terharu ketika seusai mereka dari Obgin, mereka akan tetap mengingat bahkan mengucapkan selamat hari raya atau tahun baru padaku..
Menurutku, tak perlu menjadi staf untuk mengamalkan ilmu yang kita miliki, karena ilmu bisa dibagi pada siapapun yang mau menerimanya... thanks for offering me, but no thanks...
That’s the beauty of teaching...



Tidak ada komentar: