Rabu, 17 Desember 2008

Lurah Merapat


Hari ini rapat lurah OBGIN, semalam abis jaga (ngantuuk penegen tiduur) dan mestinya menjemput Wibi dari playgrup, tapi demi rapat yang jadwalnya suka2 ini, semuanya harus kutunda. Sekian lama jadi residen, sekian lama hanya sebagai penggembira dan mengikuti rapat sebagai ajang makan siang gratis, dulu saat menjadi junior, saya selalu ketakutan untuk ikut rapat, takut dengan keluhan yang akan disampaikan oleh para senior terhadap kelakuan kami. Namun waktu berputar, sekarang sayalah menjadi sosok yang didengarkan dan ditakuti oleh para junior kami.. Sepertinya cukup mengerikan, tetapi tidak semenyeramkan itu lah... Damai.. Damai..
Dari empat orang chief yang ada, ternyata tiga orang memiliki keluhan serupa (salah satunya saya), akhir2 ini, begitu mudahnya para junior kami mengelak dari tugas jaga, tanggung jawab ataupun tindakannya dengan menyeret-nyeret nama KPS atau supervisor.. Seolah2 dengan mengatasnamakan KPS, kami yang paling senior ini akan tunduk dan takhluk pada mereka.. Hmm.. menyedihkan juga ya...
Sebagai chief pun, saya juga tak ingin bersikap terlalu formal atau ingin dihormati berlebihan oleh para junior kami, semata-mata hubungan baik dan persahabatan yang ingin saya jalin, bayangkan lebih kurang empat tahun kami menjalani kebersamaan ini, masa suka, masa duka, bahkan tak jarang hubungan antarpersonal kami melebihi keakraban dengan saudara ataupun pasangan kami. Jadi menurutku, kenapa harus bawa nama2 KPS atau supervisor, bila masalah masih bisa diselesaikan antarkita?
Pendidikan kami memang sudah begitu banyak mengalami perubahan. Menurut saya, senior saat ini lebih pengertian dan nggak terlalu rewel untuk urusan junior, entah mungkin karena sekarang semua tanggung jawab dilimpahkan pada chief sehingga who cares ’bout juniors? Begitupula juniornya, merasa belum waktunya menjalani masa2 tanggung jawab itu, so who cares ’bout chiefs?
My friends, seperti roda, hidup pun berputar, tanpa terasa masa itu pun akan kita alami. Sebagai junior, patol, senior patol, dan chief sebagai perhentian terakhir. Jalani dan alami.. Buka mata, hati dan telinga..
Be sensitive..

2 komentar:

megantara@yahoo.com mengatakan...

sabar...ya jeng. ingat pak tanjung sebagai ketua love and smile...belum ketawa sudah lucu...

smileyson mengatakan...

pak tanjung kanudah SpOG, susah lagi sekarang nyari produk seperti begitu..
makasih bli..