Selasa, 25 November 2008

Thanks for being you


Dedicated to my spiritual teacher, Ariani.
Akhirnya sahabat saya menyelesaikan ujian terakhirnya dan berhasil meraih gelar SpOG setelah beberapa tahun pendidikan ia jalani. Sahabat yang sudah kuanggap sebagai saudara (karena begitu seringnya kami tuker2an baju, padahal dengan kakak saya sendiri aja malah nggak pernah.), rumahnya sering kujadikan tempat makan siang, makan malam sekaligus markas curhat (merangkap sebagai tempat foto, karena desain rumahnya yang unik) dan Wibi akan ’membajak’ mbaknya buat bermain bermain bersama. Ayah-ibunya sudah kuanggap sebagai orang tua sendiri, karena keluarga mereka ini memang begitu penyayang (jadi diriku yang terlantar ini merasa mendapat pengganti keluarga yang sudah lama kurindukan).
Perjalanan persahabatan kami dimulai dari pendidikan PPDS, dia senior satu semester diatas saya dan karena kebiasaan jaga bersama dan kadang2 kami ditempatkan di tempat yang sama dalam satu siklus membuat kami menjadi dekat. Satu hal yang membuat saya bisa dekat dengannya adalah karena sahabatku ini begitu mengerti diriku dan dia sungguh2 sangat baik (menurutku, kebaikannya bisa disandingkan dengan malaikat, andai saya pernah ketemu dengan malaikat, hehehe...). Setiap saya berkeluh kesah padanya, maka nasehatnya yang kuingat adalah, ” Be positive. Ketika kita dianggap jelek atau dimusuhi, jangan sekali-kali kita membalas dengan hal sama, sebaliknya, tunjukkan kebesaran hati kita dengan menerima kekurangan itu berusaha memperbaikinya.” Beberapa kali sahabatku ini menjadi tempat tumpahan airmataku dan selalu setelah itu saya menjadi tenang karenanya. Hal yang paling nggak masuk akal adalah ketika suami saya sempat mencemburuinya karena mengganggap persahabatan kami ini terlalu akrab (Guys, sahabatku ini kan perempuan)
Kuharap persahabatan ini akan menjadi kekal, walaupun kami akan terpisahkan oleh jarak dan waktu. Apalagi sekarang setelah sahabatku ini meraih dua gelar sekaligus, yuup... dalam waktu dua minggu, dia sukses mencapai gelar nyonya dan SpOG.. ketika dia harus sibuk mempersiapkan ujian nasional, dia juga sibuk2 mengurus pernikahannya yang serba mendadak karena tak ada lagi ’hari baik’ setelah bulan2 ini (begitu kata para tetua) Hmmph...
Sahabatku memang sudah tak sebebas dulu lagi, apalagi semenjak ia sudah menjadi seorang istri. Tapi melihatnya sekarang begitu bahagia dan menikmati hidupnya, kurasa itu wajar untuk orang sebaik dia.. Sesekali saya merindukan saat2 kami makan pizza di dobel six, nonton musik di Hard Rock sambil bergaya abg dan makan kepiting sampai bibir leleh kebanyakan gosip di Cak Ar... Tapi hidup terus berjalan, untukku dan untuk dia..
Yang pasti, sebagai seorang sahabat, ketika saya memerlukannya, dia akan selalu hadir untukku, dan buat saya itu yang paling penting...

Tidak ada komentar: